Prosedur Operasi Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun 2013/2014

Kategori Informasi/Kurikulum Oleh

Pada tanggal 30 November 2013, Ketua BSNP, Prof. Dr. Edy Tri Baskoro, telah mengeluarkan Prosedur Operasi Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun 2013/2014 NOMOR: 0022/P/BSNP/XI/2013 TENTANG PROSEDUR OPERASI STANDAR PENYELENGGARAAN UJIAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/ MADRASAH TSANAWIYAH, SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA, SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH, SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA, SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN, SERTA PENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET B/WUSTHA, PROGRAM PAKET C, DAN PROGRAM PAKET C KEJURUAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014.

Secara umum, sebenarnya POS UN tahun 2013/2014 tidak jauh berbeda dengan POS UN Tahun 2012/2013. Berikut kami kutipkan beberapa hal penting yang terkait dengan POS UN Tahun 2013/2014, khususnya untuk SMP/MTs.

1. Jadwal UN SMP/MTs:

UN Utama SMP/MTs, SMPLB, dan Program Paket B/Wustha dilaksanakan tanggal 5-8 Mei 2014 dengan jadwal sebagai berikut.

UN

2. Kelulusan Ujian Nasional
1. Peserta didik dinyatakan lulus US/M SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK/MAK apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai S/M.

Nilai S/M sebagaimana dimaksud pada nomor 1 diperoleh dari:
a. gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 1, 2, 3, 4, dan 5 untuk SMP/MTs dan SMPLB dengan pembobotan 30% untuk nilai US/M dan 70% untuk nilai rata-rata rapor.
b. gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 3, 4, dan 5 untuk SMA/MA, dan SMALB dengan pembobotan 30% untuk nilai US/M dan 70% untuk nilai rata-rata rapor.
c. gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 1, 2 dan 3 untuk peserta yang menggunakan sistem kredit semester (SKS) dan dapat menyelesaikan program kurang dari tiga tahun.
d. gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 1 sampai 5 untuk SMK/MAK dengan pembobotan 30% untuk nilai US/M dan 70% untuk nilai rata-rata rapor.
e. Nilai sekolah yang dikirimkan ke Pelaksana UN Tingkat Pusat harus diverifikasi oleh Pelaksana UN Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Provinsi, dan tidak dapat diubah setelah diterima oleh Pelaksana UN Pusat.

3. Kelulusan peserta didik dari UN ditentukan berdasarkan NA.

4. Nilai Kompetensi Keahlian Kejuruan adalah:
a. gabungan antara nilai Ujian Praktik Keahlian Kejuruan dan nilai Ujian Teori Kejuruan dengan pembobotan 70% untuk nilai Ujian Praktik Keahlian Kejuruan dan 30% untuk nilai Ujian Teori Keahlian Kejuruan;
b. kriteria Kelulusan Kompetensi Keahlian Kejuruan adalah minimum 6,0 ;

5. NA sebagaimana dimaksud pada butir nomor 3 diperoleh dari gabungan Nilai S/M dari mata pelajaran yang diujikan secara nasional dengan Nilai UN, dengan pembobotan 40% untuk Nilai S/M dari mata pelajaran yang diujikan secara nasional dan 60% untuk Nilai UN.

6. Pembulatan nilai gabungan nilai S/M dan nilai rapor dinyatakan dalam bentuk dua desimal, apabila desimal ketiga ≥ 5 maka dibulatkan ke atas.

7. Pembulatan nilai akhir dinyatakan dalam bentuk satu desimal, apabila desimal kedua ≥ 5 maka dibulatkan ke atas.

8. Peserta didik dinyatakan lulus UN apabila memiliki rata-rata Nilai Akhir (NA) dari seluruh mata pelajaran yang diujikan mencapai paling rendah 5,5 (lima koma lima), dan NA setiap mata pelajaran paling rendah 4,0 (empat koma nol).

3. Pengumuman Kelulusan Ujian Nasional
Pengumuman kelulusan SMP/MTs, Program Paket B/Wustha, SMPLB dan SMALB dilaksanakan di satuan pendidikan Pelaksana UN pada tanggal 14 Juni 2014.

POS UN selengkapnya, silakan diunduh di sini.

Kehadiran situs ini diharapkan bisa menjadi media informasi dan interaksi bagi warga sekolah, khususnya, dan insan-insan pendidikan pada umumnya, dalam upaya mewujudkan kultur sekolah yang bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terakhir tentang

Go to Top