Prestasi Perdana SMP N 2 Pegandon Tahun 2014/2015

Kategori Prestasi/Prestasi Siswa Oleh

Puji syukur ke hadirat Allah atas segala rahmat dan ridho-Nya sehingga anak-anak didik kebanggaan SMP N 2 Pegandon berhasil meraih prestasi perdana melalui Lomba O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) Tingkat Kabupaten. O2SN merupakan jenis perlombaan yang bersifat non akademis yaitu olahraga dan diperuntukkan siswa yang mempunyai kemampuan dan bakat unggul di bidang olahraga untuk unjuk prestasi. Adapun jenis perlombaan meliputi Lomba Atletik, Volly, Renang, Tenis Meja dan Catur. Perlombaan O2SN diawali dengan Kejuaraan Tenis Meja yang bertempat di Gedung NU Kec. Kaliwungu dan Lomba Catur di SD Kaliwungu.

Sperogan sebutan sekolah ini yang punya tradisi kuat di bidang olahraga juga ikut berpartisipasi dengan mengirimkan 5 peserta dari 2 cabang tersebut. 4 atlit mengikuti Kejuaraan Tenis Meja atas nama Dimas Duwi Herlambang (7E), Supriyadi (7F), Ika Nuraini dan Siti Syafaatul Ummah kelas 8. Sedangkan untuk cabang catur SMP N 2 Pegandon mengirimkan 1 peserta putri bernama Wakhidatun Nurul Khasanah.

Juara 2 Tenis Meja Putra

Kejuaraan tenis meja diikuti 32 peserta putra dan 16 putri dengan sistem gugur. Ika Nuraini yang tahun lalu menyabet Juara 3 POPDA Kabupaten Kendal dan Juara 3 Bupati Cup Kendal harus tersingkir lebih awal di pertandingan pertama setelah takluk dari Alfiyah siswi SMP 3 Patean yang tahun lalu menjadi juara bertahan tingkat kabupaten dan langganan kejuaraan tingkat propinsi. Siti Syafaatul Ummah yang sempat maju ke babak selanjutnya setelah menang telak 3-0 atas wakil dari SMP Darl Muqorrobin, akhirnya juga kembali kandas ketika berhadapan dengan wakil dari SMP 3 Patean atas nama Dewi. Kedua wakil dari SMP 3 Patean inilah yang akhirnya menjadi finalis dan menyabet 2 gelar juara.

Di kelompok putra Supriyadi sempat mengalahkan wakil dari SMP PMS dengan skor 3-0 yang akhirnya dikandaskan oleh Bachtiar wakil dari SMP N 2 Kendal. Adapun Dimas Duwi Herlambang berhasil melaju ke final setelah mencapai 4 kemenangan. Di perempat final dan semi final putra kelahiran 25 Oktober 2001 ini sempat terseok-seok dengan kemenangan tipis yaitu 3:2. Dimas yang merupakan anak bungsu dari kedua bersaudara ini melaju ke final dan berhadapan dengan Bachtiar yang sempat mengalahkan Supriyadi. Pertandingan berlangsung sengit hingga pada game ke 4 skor berkahir 2-2. Pada set ketiga juga semakin keras dan kompetitif ketika keduanya mencapai level “Yus” 10-10. Namun pada akhirnya keberuntungan lebih berpihak kepada Bachtiar dengan Nilai 13-11. Kaswanto (pelatih) dan Sumardiyono (Pendamping) mengutarakan hal ini sangat merugikan bocah asal SD Sumbersari ini, karena skema atau bagannya kurang efektif. Ketika Dimas sedang maju ke Semi Final, Bachtiar yang dari Pul Lain sudah menunggu di Final. Sehingga, Dimas kekurangan stamina dan jeda istirahat.

 

JUARA 1 CATUR PUTRI

Mengejutkan, untuk pertama kalinya sperogan mampu berbicara melalui prestasi di dunia Catur Putri. Adalah  Wachidatun Nurul Khasanah putri dari Ngaderi dan Suwarti ini berhasil menyabet juara 1 Catur Putri setelah melewati 5 babak dengan pencapaian 4 kali kemenangan dan 1 kali kalah. Di awal pertandingan, siswi asal SD Sumbersari 1 ini bermain draw, di pertandingan kedua sempat kalah. Namun pada pertandingan ketiga, keempat dan kelima secara berturut-turut Wakhidatun berhasil meraih kemenangan dengan nilai tertinggi. Menurut Erwin Agustian (Guru pendamping) “Dengan menggunakan perhitungan efektifitas dan efisiensi kecepatan waktu, jumlah kemenangan dan kecerdasan dalam memainkan strategi, siswi  kelahiraan 14 Mei 2002 ini mampu mencapai point nilai tertinggi dari lawan-lawannya meski mayoritas lawan-lawannya berusia lebih tinggi.” Ketika dalam perjalanan pulang, anak ini mengaku pernah mengikuti lomba catur di tingkat SD kelas 6 dan belum berhasil meraih prestasi. Namun, dia selalu berlatih keras bersama ayahnya, hingga akhirnya terpantau Bu Erni selaku Guru Kesiswan dan olahraga untuk berlatih bersama seniornya. Tutur Arif selaku Koordinator Ekstrakurikuler.

Kehadiran situs ini diharapkan bisa menjadi media informasi dan interaksi bagi warga sekolah, khususnya, dan insan-insan pendidikan pada umumnya, dalam upaya mewujudkan kultur sekolah yang bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*