Sosialisasi ujian Nasional (UN), Ujian Sekolah (US), dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)

Kategori Informasi/Kurikulum Oleh

Kamis, 23 Maret 2017, bertempat di ruang laboratorium IPA, sekolah menggelar sosialisasi ujian Nasional (UN), Ujian Sekolah (US), dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) kepada seluruh guru dan karyawan dan karyawati sekolah. Acara yang dimulai pukul 10,30 hingga 12.30 WIB itu dibuka oleh Kepala SMP 2 Pegandon, Bapak Gunadi, S.Pd., M.Si.

Dalam sambutannya, Pak Gunadi menyatakan bahwa SMP 2 Pegandon masih menggunakan UNKP (Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil). “Di Kendal, baru 26 SMP/MTs yang melaksanakan UNBK atau Ujian Nasional Berbasis Komputer. Insyaallah tahun depan kita persiapkan sebaik-baiknya sehingga siap untuk mengikuti UNBK,” tegasnya di tengah acara yang dihadiri 40-an guru dan karyawan/karyawati sekolah itu.

Ditegaskan pula bahwa sosialisasi UN, US, dan UNBK merupakan hal yang penting dan harus disampaikan kepada semua pemangku kepentingan sekolah. termasuk guru, karyawan dan karyawati sekolah, serta orang tua/wali murid kelas 9. “Sabtu, 25 Maret 2017, kita akan melakukan sosialisasi UN, US, dan UNBK kepada orang tua/wali murid,” sambungnya.

Usai sambutan, acara dilanjutkan sosialisasi UN, US, dan UNBK yang disampaikan oleh Drs. Sawali, M.Pd. Dengan menggunakan Permendikbud No. 3 Tahun 3017 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan, Peraturan BSNP No. 0043/P/BSNP/I/2017 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan UN tahun Pelajaran 2016/2017, serta Peraturan Kepala SMP Negeri 2 Pegandon No. 423.7/014/2017 tentang POS US SMP Negeri 2 Pegandon Tahun Pelajaran 2017 sebagai rujukan, Sawali menyatakan bahwa UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan, tetapi menjadi bagian dari program pembelajaran yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik pada kelas terakhir. “Selain sebagai sarana pemetaan mutu pendidikan oleh pemerintah, perolehan nilai UN akan dijadikan sebagai pertimbangan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan juga tentang berbagai ketentuan yang harus diiikuti oleh setiap satuan pendidikan dalam melaksanakan UN, mulai pendataan peserta didik, penyusunan program, jadwal pelaksanaan, kepengawasan, koreksi, tindak lanjut, dan pelaporan.

Berikut adalah butir-butir penting yang disampaikan dalam sosialisasi UN, US, dan USBN:

– Ujian Sekolah (praktik) dilaksanakan 29 Maret-8 April 3027 dan Ujian Sekolah (Teori) dilaksanakan tanggal 12 April-19 April 2017). Jadwal USBN disatukan dengan jadwal US, yaitu tanggal 17-19 April 2017. Mata pelajaran yang mengikuti USBN, yaitu Pendidikan Agama, PKn, dan IPS. Nilai akhir (NA) US setiap mata pelajaran diperoleh berdasarkan gabungan antara nilai ujian praktik dan teori dengan bobot (persentase) sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang bersangkutan.

– UN dilaksanakan pada tanggal 2-8 Mei 2017 untuk 4 mata pelajaran (bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA).

– Kriteria kelulusan Ujian Sekolah ditetapkan oleh Sekolah dan dituangkan dalam POS US, yaitu: peserta didik dinyatakan lulus dari sekolah setelah memenuhi kriteria:
a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; dan
c. Lulus ujian sekolah.
– Penyelesaian seluruh program pembelajaran untuk peserta didik apabila peserta didik telah menyelesaikan pembelajaran dari kelas VII sampai dengan kelas IX.
– Kriteria kelulusan peserta didik dari US dan USBN untuk semua mata pelajaran ditetapkan berdasarkan perolehan nilai US dan USBN, yaitu apabila rata-rata nilai US dan USBN untuk semua mata pelajaran minimal mencapai 66 dan tidak ada nilai di bawah 60 untuk setiap mata pelajaran yang diujikan.

Pukul 12.30 WIB, sosialisasi UN, US, dan USBN selesai. Pukul 13.00-15.00 WIB dilanjutkan dengan koordinasi internal Panitia US dan UN yang berkaitan dengan masalah teknis pelaksanaan ujian. ***

Kehadiran situs ini diharapkan bisa menjadi media informasi dan interaksi bagi warga sekolah, khususnya, dan insan-insan pendidikan pada umumnya, dalam upaya mewujudkan kultur sekolah yang bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*